14 / 100

Jumlah Penderita Corona Meningkat Tajam

Malaysia menjadi salah satu dari sedikitnya 59 negara yang melarang warga Indonesia masuk ke wilayahnya terkait dengan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air, sebagaimana dilaporkan Majalah Tempo.

Larangan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Selasa 1 September lalu dan berlaku mulai Senin, 7 September..

Malaysia menjadi salah satu dari sedikitnya 59 negara yang melarang warga Indonesia masuk ke wilayahnya terkait dengan tingginya angka kasus positif Covid-19 di Tanah Air.

Larangan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob pada Selasa 1 September lalu dan berlaku mulai Senin, 7 September 2020.

Negara lain yang membatasi kunjungan dari Indonesia antara lain Hungaria, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.

Duta Besar Indonesia untuk Hungaria Abdurachman Hudiono Dimas Wahab mengatakan larangan tersebut sempat dilonggarkan pada Agustus lalu dengan syarat pendatang melakukan dua kali tes PCR. Namun, mulai September, larangan tersebut kembali diperketat.

Dikutip dari Tempo.co.id, dua pejabat pemerintah menuturkan bahwa sejak ada larangan masuk dari 59 negara, pemerintah Indonesia mencoba melobi negara lain agar melonggarkan aturannya. Sehingga, warga Indonesia bisa masuk kembali.

 Namun, kata dua pejabat tersebut, banyak negara tetap menolak atau tak memberikan kepastian. Bukan hanya karena tingginya jumlah kasus  Covid-19 di Tanah Air, sebagian negara juga mempertimbangkan kemampuan pemerintah Indonesia mengatasi wabah.

Selain ditolak masuk di berbagai negara, Indonesia juga menjadi perhatian dari CDC (Center for Diseases Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit), sebuah lembaga kesehatan di Ameri ka Serikat yang mengurusi penyakit dan wabah menular.

CDC merekomendasikan para pelancong menghindari semua perjalanan internasional yang tidak penting ke Indonesia. Wisatawan dengan peningkatan risiko penyakit parah akibat COVID-19 harus mempertimbangkan untuk menunda semua perjalanan, termasuk perjalanan penting, ke Indonesia.    

 

 

Menurut CDC, risiko penularan Covid-19 di Indonesia tergolong tinggi. CDC merekomendasikan para pelancong menghindari semua perjalanan internasional yang tidak penting ke Indonesia.

Beberapa contoh perjalanan penting dapat mencakup perjalanan untuk pekerjaan bantuan kemanusiaan, alasan medis, atau keadaan darurat keluarga.

Namun CDC menulis, golongan lanjut usia, mereka yang memiliki kondisi medis tertentu yang mendasari, dan orang lain yang berisiko tinggi untuk penyakit parah harus mempertimbangkan untuk menunda semua perjalanan, termasuk perjalanan penting, ke Indonesia.

CDC juga mengatakan, jika seseorang sampai sakit di Indonesia dan membutuhkan perawatan medis, sumber daya mungkin terbatas.

CDC juga memberitahu, mereka yang tetap dengan sangat mendesak harus pergi ke Indonesia, mungkin diharuskan tes swab Covid-19 sebelum diizinkan memasuki negara tersebut.

Jika hasil tes positif pada saat kedatangan, pendatang akan diminta untuk mengisolasi diri selama jangka waktu tertentu.

Dengan adanya berita ini tentunya Jadwal Perjalanan Keliling Dunia yang direncanakan akan diselenggarakan pada Juni tahun depan (2021) kemungkinan besar akan digeser ke 2022 sambil melihat keadaan dan kondisi saat itu.

Semoga saja waktunya tidak bergeser terlalu jauh