18 / 100

Woman In Ride

Steph Jeavons

Jeavons sudah melewati Iran --di mana para wanita tidak diijinkan untuk berkendara-- dengan menggunakan kerudung sebelum menyeberang ke Dubai lalu terbang ke India.

Kisah seorang pria mengelilingi dunia dengan mengendarai sepeda motor mungkin sudah biasa kita dengar. Tapi bagaimana jika itu dilakukan oleh seorang nenek? Memang bisa?

Namanya Steph Jeavons, di usianya ke-38 tahun ia sudah menjadi nenek. Menariknya, di usia yang sama itu pula, ia mulai melakukan petualangan seru mengelilingi dunia dengan mengendarai ‘si kuda besi’.

Jeavons mulai melakukan perjalanan keliling dunianya ketika putranya Nathan (20 tahun) sedang menanti kelahiran buah hati pertamanya. Perjalanan dimulai dari rumahnya di Old Conwy, North Wales.

Begitu Jeavons dengan sepeda motornya ‘Rhonda the Honda’ sampai di India, ia akhirnya mendapat kabar cucu perempuannya, Alexis baru saja lahir.

Kata dia, kota Jaipur akan selalu diingat sebagai tempat istimewa karena di sanalah ia akhirnya menerima kabar telah resmi menjadi seorang nenek. ” Rasa saya ingin terbang sebentar ke sana untuk memeluk dia (Alexis), ” kata Jeavons saat melihat betapa cantik si cucu melalui Skype.

Dengan perjalanan yang ditempuh sejauh 56.000 mil melewati 42 negara, Jeavons mengaku menetapkan budget makanan sebesar 5 dolar saban hari. Dalam perjalanan yang dimulai pada Maret lalu ini, Steph membawa barang-barang dengan beban sedikitnya 35 kilogram di sepeda motornya (Honda 250 CRF).

Dia sempat ke Indonesia dan mampir di bengkel Rial Hamzah untuk memperbaiki frame motor honda CRFnya yang patah. dia baru saja melintas pulau Sumatera dalam perjalanannya mau ke Bali , Flores dan Australia.

Steph sempat ketemu dengan beberapa Bikers Indonesia dan ngobrol singkat berkaitan dengan perjalanannya.

 

Source : WKS and Daily Mail.UK 

 

Mampir di Indonesia

Jeavons menjelajah Laos setelah ia lebih dulu melewati Perancis, Belgium, Jerman, Republik Ceko, Polandia, Hungaria, Slovakia, Serbia, Romania, Bulgaria, dan Turki.

Layak seorang ‘Backpacker’, ia terkadang bergantung pada kebaikan hati para penduduk lokal saat berada di negara yang dikunjungi. Jika tak bisa mendapatkan ranjang untuk tidur atau makanan dari penduduk setempat, ia menginap di tenda mungil miliknya.

Berkerudung

Jeavons sudah melewati Iran –di mana para wanita tidak diijinkan untuk berkendara– dengan menggunakan kerudung sebelum menyeberang ke Dubai lalu terbang ke India.

Saat melakukan perjalanan ia harus melewati daerah-daerah rawan, seperti daerah konflik perang saudara di Turki Utara dan melewati jalan India yang dikenal sangat berbahaya, di mana sudah ada sekitar 650 orang meninggal sehari dalam kecelakaan.

Jeavons juga bisa mengendarai motornya hingga ketinggian 18.380 kaki di Khardung La di Himalaya, sebelum masuk ke Nepal dan terbang ke Thailand. Rencananya ia akan melanjutkan perjalanan ke Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura, Indonesia, Timor Utara lalu menyeberang ke Australia dan menjelajahi benua tersebut.

” Saya sudah berkendara melewati 17 negara berbeda yang mencakup 15.000 mil perjalanan selama 5 bulan,” kata dia.

Bagi dia, perjalanan yang ia lakukan seperti sedang menaiki roller coaster. Ada saat-saatnya ia merasakan ramai karena dikelilingi banyak orang. Tapi ada juga situasi ketika ia merasa sangat kesepian, khususnya saat tak ada satu pun orang bisa berbahasa Inggris.

” Tapi saya mencintai tantangan ini, begitu bisa melewati satu tantangan jadi semacam suntikan semangat,” ujar dia bersemangat.

Sekarang Steph lebih banyak menghabiskan waktu menulis buku perjalananya diantaranya Home By Seven.

Steph bisa di temui di webnya   https://stephjeavons.com/ atau di facebooknya https://www.facebook.com/steph.jeavons.3